NEWS
DETAILS
Minggu, 08 Mar 2026 13:02 - Paguyuban Honda West Borneo

PONTIANAK, 17 Maret 2026 – Berkendara sepeda motor secara berboncengan sudah menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat Kalimantan Barat. Namun, membawa penumpang memberikan beban tambahan yang memengaruhi keseimbangan dan jarak pengereman. Menanggapi hal ini, Astra Motor Kalimantan Barat melalui Febri Andrian selaku Instruktur Safety Riding kembali mengingatkan pentingnya pemahaman teknis demi keselamatan bersama.

Salah satu kunci utama yang ditekankan oleh Febri Andrian adalah kemampuan pengendara dalam melakukan Prediksi Bahaya. Prediksi bahaya adalah kemampuan membaca situasi jalan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan sebelum hal itu terjadi, terutama saat beban motor lebih berat dari biasanya dan medan jalan yang menantang.

Manager Marketing Astra Motor Kalimantan Barat, Chrystian David, menjelaskan bahwa keselamatan saat berboncengan adalah tanggung jawab penuh dari pengendara, namun penumpang juga memiliki peran krusial.

"Kami ingin setiap perjalanan konsumen Honda selalu aman dengan prinsip #Cari_aman. Melalui edukasi yang disampaikan oleh tim kami, termasuk Febri Andrian, kami berharap masyarakat lebih peka dalam melakukan prediksi bahaya di jalan raya. Ini adalah wujud nyata Sinergi Bagi Negeri dalam menciptakan lingkungan berkendara yang tertib," ungkap Chrystian David.

Berikut adalah beberapa tips utama saat berkendara berboncengan yang dibagikan oleh Febri Andrian, khususnya saat menghadapi medan sulit:

  • Menghadapi Jalan Berlubang: Saat berboncengan, suspensi bekerja lebih berat. Febri Andrian menyarankan pengendara untuk melakukan prediksi bahaya dari jarak jauh. Hindari pengereman mendadak di atas lubang; sebaiknya kurangi kecepatan sebelum mencapai lubang dan posisikan tubuh serta penumpang tetap tegak untuk menjaga keseimbangan.
  • Melewati Titian Papan atau Jalur Sempit: Keseimbangan adalah kunci. Pengendara harus memastikan penumpang tidak melakukan gerakan tiba-tiba. Febri Andrian menekankan agar pandangan pengendara lurus ke depan (bukan ke bawah roda) dan menjaga putaran gas tetap stabil agar motor tidak goyang saat melintasi papan atau jalur sempit.
  • Posisi Penumpang yang Benar: Penumpang harus menghadap ke depan dan memeluk atau memegang pinggang pengendara secara ringan. Hindari duduk menyamping karena sangat berisiko fatal saat motor harus bermanuver di jalan berlubang atau titian sempit.
  • Gunakan Perlengkapan Lengkap (#Cari_aman): Baik pengendara maupun penumpang wajib menggunakan Helm SNI, jaket, dan sepatu sebagai perlindungan standar yang tidak boleh ditawar.
  • Cek Kondisi Ban & Suspensi: Pastikan tekanan angin ban sesuai standar untuk beban berboncengan. Ban yang kurang angin akan sangat berbahaya dan sulit dikendalikan saat melintasi jalan bergelombang atau titian papan.

Astra Motor Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus konsisten memberikan edukasi keselamatan berkendara. "Dengan pemahaman teknis yang benar, perjalanan berboncengan di medan apa pun tidak hanya sampai ke tujuan, tapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua," tutup Febri Andrian.

RELATED
NEWS